Jambi,kerincidaily.com – Ribuan siswa SMA, SMK, dan SLB di Kota Jambi ‘ketiban rezeki’ program Dumisake Pendidikan Gubernur Jambi tahun anggaran 2025. Bantuan perlengkapan sekolah dan biaya pendidikan untuk siswa dari keluarga kurang mampu ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris dan Wakil Gubernur Abdullah Sani.
Penyerahan bantuan ini digelar secara simbolis di lapangan depan Kantor Gubernur Jambi, usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/2025).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M Umar My, beserta jajaran turut hadir dalam penyerahan bantuan untuk ribuan siswa Kota Jambi ini.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, pada tahun 2025 ini, Bantuan Perlengkapan Sekolah (BPS) digelontorkan kepada 921 siswa. Selain itu, Bantuan Biaya Pendidikan (BBP) juga diberikan kepada 340 siswa sekolah swasta di Kota Jambi.
Gubernur Al Haris mengatakan, bantuan Dumisake Pendidikan ini adalah bukti kehadiran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi di tengah masyarakat. Tujuannya jelas, agar tidak ada siswa yang putus sekolah karena terkendala biaya.
“Tujuan kita adalah memastikan bahwa anak-anak yang tidak mampu, ini perlu dibantu. Dibantu perlengkapan sekolah mereka, pakaian-pakaian seragamnya, sepatunya, kemudian juga tasnya, bukunya, ini semua kita bantu,” ujar Al Haris.
“Paling tidak ketika dia sekolah, ayah ibunya tidak lagi memikirkan biaya untuk itu,” tambahnya.
Al Haris juga menyinggung sinergi program ini dengan program pemerintah pusat, seperti program makan gratis.
“Nah, ini kan sekarang ada makanan gratis. Nah, kalau sudah demikian, makanan gratisnya dari Pak Presiden, baju, perlengkapan sekolah dari Pemda Provinsi… maka ini diharapkan nanti akan membantu meringankan beban orang tua mereka,” jelas Al Haris.
Gubernur berharap, bantuan ini dapat memotivasi siswa untuk fokus belajar dan menghilangkan kesenjangan sosial di sekolah.
“Mereka juga akan serius sekolah, tidak lagi memikirkan mereka tidak punya perlengkapan sekolah. Yang terakhir, kita ingin tidak ada kesenjangan-kesenjangan dalam dunia pendidikan. Tidak ada istilah kaya miskin lagi, mereka punya hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang sama,” pungkasnya.
Redaksi dan editor SukatriDesi






