Wako Sungai Penuh Alfin Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting

Kerinci daily.com…SUNGAIPENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat komitmen dalam menanggulangi kemiskinan dan menurunkan angka stunting melalui sinergi lintas sektor serta program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Kota Sungai Penuh Tahun 2026,yang dibuka langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh Alfin S.H di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh pada Kamis 08/10/226.

Rakor tersebut dihadiri oleh :

1.Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah,
2.Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa S.Sos.,M.M,
3.Sekretaris Daerah Alpian S.E.,M.M, 4.Ketua TP-PKK Sri Kartini,
5.Ketua GOW Mawarti Azhar,
6.Ketua DWP Winda Rahayu,
7.Forkopimda,
8.Jajaran OPD,
9.BUMN dan BUMD,
10.Baznas,
11.Para camat serta seluruh kepala desa dan lurah se-Kota Sungai Penuh.

Dalam sambutannya selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting,Wawako Azhar Hamzah menekankan bahwa persoalan kemiskinan dan stunting tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri,tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Menurutnya,penanganan kemiskinan memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencegahan dan penurunan stunting. Karena itu, diperlukan data yang akurat, program yang terintegrasi serta monitoring dan evaluasi secara berkala.

“Penanganan kemiskinan menjadi bagian penting dalam menekan stunting. Karena itu,kita harus memastikan data valid, program terintegrasi serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar intervensi benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Wawako Azhar.

Sementara itu,Wako Alfin menyampaikan bahwa penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting merupakan bagian penting dari prioritas pembangunan,sejalan dengan agenda nasional Asta Cita.

Ia menegaskan,keberhasilan program tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dikucurkan,tetapi juga dari sejauh mana program tersebut tepat sasaran dan memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.Data harus akurat,program harus terintegrasi dan pelaksanaannya harus kita kawal bersama,” tegas Wako Alfin.

Dalam kesempatan tersebut,Wako Alfin mengungkapkan bahwa angka kemiskinan Kota Sungai Penuh pada tahun 2025 berada di angka 3,23 persen,sementara prevalensi stunting tercatat 8 persen.

Pencapaian tersebut,menurutnya, merupakan hasil dari berbagai intervensi dan kerja bersama pemerintah daerah dengan seluruh pemangku kepentingan. Namun demikian,pencapaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri.

“Capaian yang sudah kita raih harus kita pertahankan dan terus ditingkatkan.Kita tidak boleh berhenti,karena masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan intervensi pemerintah,” ujar Wako Alfin lagi.

3 S,Gerakan Sederhana untuk Kepedulian Bersama Sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan,Pemerintah Kota Sungai Penuh juga mendorong Program 3 S,yakni Segenggam Beras,Sebutir Telur dan Seribu Rupiah.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk gerakan sederhana yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berbagi sesuai kemampuan.Nilai yang dikumpulkan mungkin terlihat kecil, namun jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Program 3 S juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu.

“Jangan melihat besar atau kecilnya yang kita berikan.Segenggam beras,sebutir telur,maupun seribu rupiah,jika dilakukan bersama-sama akan menjadi kekuatan besar untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkap Wali Kota.

Selain program 3 S, Pemkot Sungai Penuh terus memperkuat berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Kartu Sungai Penuh Juara.

Di bidang pendidikan,pemerintah daerah telah memberikan Beasiswa Juara kepada 2.274 anak serta bantuan 5.010 seragam sekolah gratis.
Berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mengurangi beban masyarakat, meningkatkan akses pendidikan serta membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Wako Alfin kembali menekankan bahwa penanggulangan kemiskinan dan stunting harus dilakukan secara terpadu,mulai dari tingkat pemerintah daerah hingga desa dan kelurahan.
Untuk itu,ia meminta seluruh OPD,camat, kepala desa,lurah,BUMN,BUMD,Baznas, dunia usaha serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi dan memastikan setiap program benar-benar tepat sasaran.

“Tidak boleh ada program yang berjalan sendiri-sendiri.Semua harus terintegrasi,datanya harus jelas dan manfaatnya harus bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Rakor tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Sungai Penuh yang semakin maju,adil dan sejahtera,sekaligus memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan.

Dengan kolaborasi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,upaya pengentasan kemiskinan,pencegahan stunting dan peningkatan kesejahteraan diharapkan dapat terus menunjukkan hasil yang semakin baik.

Redaksi dan editor sukatridesi

Tinggalkan Balasan